Monthly Archives: November 2015

Pengendalian Hama Tikus Sawit

animasi-tikus

Pembukaan kebun kelapa sawit dengan sistem tanpa bakar memberikan efek tambahan berupa potensi serangan hama tikus meningkat. Hal ini desabkan karena tumpukan ranting dan batang kayu dari proses stacking menjadi habitat yang ideal bagi tumbuh kembangnya tikus.

Perkebunan kelapa sawit yang sudah menjadi anggota RSPO juga akan sangat berhati-hati dalam penggunakan pestisida, tidak semua produk pestisida yang ditawarkan oleh produsen dapat langsung diaplikasikan. Konsekuensinya perusahaan perlu investasi lebih mahal dengan menggunakan produk pestisida tertentu yang meskipun kurang begitu mujarap namun aman.

Pengendalian hama tikus secara alami dengan menggunakan Burung Hantu (Tyto alba), Burung Hantu tersebut tidak bisa tinggal menetap, meskipun sudah dibuatkan rumah khusus. Efektifitas penggunaan Burung Hantu juga susah dievaluasi, oleh karena ini penggunaan Burung Hantu hanya sebagai pelengkap saja, umumnya perusahaan tetap menggunakan pestisida.

Ada alternatif lain ketika saya mengamati kebiasaan masyarakat di Kalimantan yang berburu menggunakan anjing. Pernah saya jumpai pemburu yang spesialisasinya adalah berburu ular dan trenggiling. Si pemburu tersebut menggunakan tiga ekor anjingnya yang memang sudah terlatih. Di lain waktu saya juga mendapati seekor anjing yang sedang berjalan menggigit serkor tikus. Berdasarkan pengamatan tersebut saya menyimpulkan bahwasanya anjing pemburu bisa menjadi solusi untuk mengendalikan hama tikus.

Sederhananya masyarakat pemburu yang ada di sekitar perkebunan bisa diberdayakan, mereka tidak lagi berburu hewan-hewan dilindungi namun berburu tikus.   Dengan demikian manfaatnya ganda, satu sisi hama tikus tertanggulangi, biaya penanganan hama tikus bisa berkurang drastis di sisi lain masyarakat sekitar diberdayakan.