Monthly Archives: March 2012

Jimat Kesuksesan

Berbagai seminar dengan tema kesuksesan selalu ramai dikunjungi, meskipun dengan tarif mahal. Penyelenggaraan seminar di hotel-hotel berkelas dijadikan dalih dibalik tingginya biaya seminar tersebut. Karena hotel dijadikan simbol kesuksesan, apa benar demikian?

Apakah membicarakan kesuksesan harus di hotel yang mewah lengkap dengan jamuan makan yang sedap dan nikmat? Di warung kopipun tidak jadi soal berbicara tentang kesuksesan.

Setiap orang berhak untuk sukses, namun demikian pengertian sukses jangan selalu diartikan sebagai kaya raya. Kekayaan materi hanya salah satu hal saja dalam kesuksesan, bukan segala-galanya. Beberapa hal yang salah kaprah dianggap sebagai bentuk kesuksesan adalah punya banyak harta, banyak istri dan populer.

Semakin banyak harta benda yang dimiliki, berarti semakin besar tanggungjawab kita untuk berbagi kebahagiaan dengan orang banyak. Hal inipun terkadang diartikan secara konyol, misalnya membagi rejeki saat menjelang pemilihan umum atau saat hari besar tetentu. Semoga saja yang berbagi tersebut tulus, kalau tidak tulus sudah bisa ditebak motivasi dibalik pemberian tersebut.

Pertanyaan yang wajib dijawab sebelum orang itu sukses adalah “Jika sudah sukses, terus apa? Bagaimana? Biar apa?” Ketika pertanyaan tersebut belum bisa dijawab berati memang belum siap untuk sukses.

Anggap saja sudah mendapat konsep yang jelas tentang kesuksesan, ada banyak sekali hal-hal yang menghambat kita untuk sukses. Berikut hal-hal yang memberikan gambaran bagaiman orang-orang di sekeliling kita berusaha menghambat kita untuk sukses.

Ketika masih kecil, kita akan di bilang “ Kamu masih bau kencur, tau apa kamu”
Ketika remaja, kita akan dibilang “Kamu masih labil, kamu belum siap”
Ketika sudah dewasa, kita dibilang “Berikan kesempatan kepada yang muda-muda”
Ketika sudah tua, kita dibilang “Tau diri sedikitlah, sudah tua”
Ketika kita tidak berpendidikan, kita dibilang “Sekolah saja tidak beres, bagaimana mau sukses”
Ketika sudah Sarjana, kita dibilang “Meski sudah Sarjana, kemampuanmu masih dipertanyakan”
Ketika kita diam, kita dibilang “Terlalu pasif, tidak ada inisiatif”
Ketika kita banyak inisiatif, kita dibilang “Sok, paling-paling sedang cari muka”, dan seterusnya.

Intinya, kita tidak akan pernah dianggap benar di mata orang yang tidak benar. Kita tidak akan pernah dianggap baik di mata orang tidak baik. Sebagai penangkalnya ada jimat yang senatiasa dapat kita gunakan untuk tetap menjaga kita dalam jalur kesuksesan.

“Meskipun……. akan aku buktikan kalau aku bisa……”

Titik-titiknya silahkan diisi sendiri, tulisan ini bukan harga mati, masing-masing dari kita adalah kreator atas kesuksesan kita masing-masing. Bagi saya, menuliskan tulisan ini sudah merupakan salah satu kesuksesan, setelah hampir 6 bulan tidak menulis di blog.

Kita ciptakan kesuksesan setiap hari, kita juga tidak takut menghdapi kegagalan. Hanya orang bersalah dan berniat tidak baik saja yang mempunyai rasa takut berlebih. Jika niat kita baik untuk apa kita takut?

Supaya kita tidak takut dan kesuksesan berada di pihak kita, pastikan dahulu kita berada di jalur kehidupan. Jika kita masih tidak tahu apakah kita berada di jalur kehidupan, berdoalah, carilah, bertanyalah dengan tidak jemu-jemu. Setidaknya berani mempertanyakan diri kita dan kepercayaan kita sendiri.

Jika mempertanyakan saja masih takut, sudah barang tentu kita salah mempercayai sesuatu atau bisa jadi niat kita yang tidak baik.

Advertisements