Si Sakit yang (tidak) Ingin Sembuh

M

alam, tepat di hari kasih sayang, Jilly masuk Rumah Sakit karena tipus. Keesokan harinya, saya baru sempat menjenguk Jilly di rumah sakit. Sepulang dari rumah sakit, saya teringat akan cerita babe Rustam, tentang orang sakit yang tidak mau sembuh.

Cerita itu terkait dengan kuasa doa yang menyembuhkan. Sebagai contoh ada seseorang yang menderita sakit yang aneh, ketika Pendeta/Pastur datang menjenguk di rumahnya Si Sakit meminta didoakan agar lekas sembuh. Singkat cerita Pendeta/Pastur segera turun tangan dan mendokan Si Sakit agar cepat sembuh, namun ternyata seminggu kemudian ketika Pendeta/Pastur datang mengunjunginya Si Sakit belum sembuh juga.  Kembali Si Sakit meminta untuk didoakan, Pendeta/Pasturpun segera berdoa untuk kesembuhan Si Sakit. Entah sampai berapa kali kunjungan, ternyata Si Sakit juga tidak kunjung sembuh.

Mengapa Si Sakit tidak kunjung sembuh? Bukan karena Pendeta/Pastur kurang sakti, namun terkadang manusia yang mempunyai predikat keagamaan yang tinggi ataupun orang biasa yang merasa diri cukup taat beribadah langsung saja ‘buka praktik’. Tindakan kita yang demikian memang tidak bisa langsung disalahkan, mengingat Si Sakit juga sudah sudah meminta secara langsung untuk di doakan. Bagi si Penyembuh, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum buka praktik. Pertama, ketika hendak mengunjungi orang yang sakit cobalah berkomunikasi kepada otoritas tertinggi yang mampu memberi kesembuhan, apakah orang yang sakit itu perlu disembuhkan? Jika memang perlu disembuhkan, apakah penyembuhan itu harus melalui kita atau orang lain?

Terkadang penyakit yang menghinggapi para Penyembuh adalah rasa kepercayaan diri yang terlalu tinggi, apalagi sudah dikenal oleh kebanyakan orang mempunyai karunia Penyembuh. Rasa kepercayaan diri itu serta stempel sebagai Penyembuh dapat menurunkan peran otoritas tertinggi dalam penyembuhan. Menjadi catatan apakah kesembuhan dari Si Sakit ini merupakan bagian dari rencana otoritas tertinggi untuk keharmonisan hidup?

Kegagalan Sang Penyembuh dalam usaha menyembuhkan Si Sakit dapat juga disebabkan karena keinginannya untuk diakui sebagi Penyembuh atau sebagai orang yang dipakai Tuhan lebih tinggi daripada keinginan Si Sakit untuk sembuh. Pengakuan itu dapat menjadi penyakit yang tidak dapat disembuhkan pada seorang Penyembuh, terlebih lagi keberadaannya sebagai Penyembuh akan mendapat penghargaan yang lebih tinggi di masyarakat. Terlepas itu ada embel-embel mendapat upah masuk atau tidak masuk surga.

Bagi Si Sakit, keadaan sakitnya yang aneh itu bisa jadi memang sengaja dia datangkan. Meskipun mulutnya meminta kesembuhan tetapi sadar atau tidak sadar yang bersangkutan terkadang justru mengharapkan tetap sakit. Mengapa demikian? Bisa jadi Si Sakit hanya membutuhkan perhatian yang lebih dari orang-orang di dekatnya atau yang spesial dalam hidupnya. Penyakit yang ada pada dirinya adalah sebagai sinyal panggilan agar orang-orang mendekat dan memberi perhatian lebih dari hari-hari biasa. Wajar saja, kalau Pendeta/Pastur sudah mendoakan berkali-kali tidak sembuh, barangkali saja Pendeta/Pastur itulah orang yang spesial bagi Si Sakit, sesungguhnya yang dibutuhkan Si Sakit adalah perhatian bukan doanya.

Perkembangan penggunaan Facebook yang di dukung adanya kemudahan untuk  mendapatkan akses internet melalui HP, memungkinkan semua orang mengupdate statusnya setiap saat. Si Sakit tidak mau ketinggalan, dia bisa lebih mudah mengirimkan sinyal untuk memanggil orang-orang untuk memberikan perhatian pada dirinya. Penyakit yang di derita oleh Si Sakitpun semakin aneh mengikuti perkembangan zaman, bukan hanya sakit fisik tapi bisa jadi sakit karena banyaknya tugas kuliah, skripsi dan lain sebagainya. Fenomena Si Sakit di dunia Facebook, akan meningkatkan permintaan jumlah Penyembuh. Apakah ada berminat menjadi Pendeta/Pastur Gereja Facebook Indonesia?

About Slamet Haryono

Hak cipta dilindungi oleh YANG MAHA PENCIPTA. Silahkan dibaca, mengutip sebagian atau keseluruhan dari setiap tulisan dalam blog ini untuk tujuan non komersial wajib menyertakan sumber dan nama penulis secara lengkap, serta digunakan dengan penuh tanggungjawab. Sedangkan untuk tujuan komersial silahkan hubungi saya melalui slamethdotkom@yahoo.com

Posted on February 16, 2011, in Facebook and tagged , , , , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: