Berkebutuhan Khusus

Kata khusus cenderung diasosiasikan dengan sesuatu yang istimewa, yang membedakan dengan yang biasa. Jadi ada pemilahan yang khusus (biasanya dalan jumlah yang sedikit) dan yang biasa yang cenderung dalam jumlah banyak. Namanya saja khusus, selain karena jumlahnya yang sedikit biasanya juga mendapat perlakuan khusus pula. Sebagai contoh dalam dunia militer kita mendengar kata pasukan khusus, itu artinya bahwa anggota pasukan tersebut diseleksi, dilatih, diberi tugas dan tentunya mendapatkan fasilitas secara khusus pula, yang membedakan dengan pasukan lainnya.

Jika mendengar kata berkebutuhan khusus, maka belakangan kata tersebut merujuk pada para (maaf) penyandang cacat. Dikarenakan ada fungsi dan bagian tubuhnya yang berbeda dengan manusia lainnya maka orang tersebut dikatakan cacat, dan untuk memperhalusnya digunakan istilah berkebutuhan khusus. Padahal manusia yang terlahir dengan kondisi tidak sama dengan manusia pada umumnya, tidak semestinya dikatakan cacat, mereka memang demikian dan baik adanya.

Namun kali ini yang akan saya bahas bukan merupakan manusia yang terlahir berbeda dengan manusia pada umumnya. Secara lahiriah manusia “berkebutuhan khusus” yang saya maksud adalah manusia yang memang membutuhkan perlakuan khusus, meski tubuhnya sehat dan normal seperti manusia pada umumnya.

Analogi Bakteri Berkebutuhan Khusus

Saya teringat ketika dahulu masih kuliah sering melakuan pemilihan bakteri unggul di laboratorium. Sebagai contoh kita akan menyeleksi bakteri pembetuk Nata de coco yang paling bagus. Dari biakan campuran yang terdiri atas beragam bakteri yang membentuk Nata de coco, maka proses selanjutnya adalah membagi biakan tersebut dalam berbagai perlakuan. Misalnya perlakuan pertama adalah menggunakan medium diperkaya, diatur suhu dan keasamannya, serta ektra oksigen. Perlakuan kedua hanya dengan medium standart, diatur suhu dan keasamannya, serta ektra oksigen. Perlakuan ketiga adalam medium standar ditambah ekstra oksigen tanpa pengaturan suhu dan keasaman. Perlakuan keempat hanya dengan menggunakan medium standart tanpa pengaturan suhu, keasaman maupun ekstra oksigen.

Setelah 3 minggu maka dilakukan pengukuran ketebalan, kekenyalan, kekeruhan Nata yang dihasilkan dari masing-masing perlakuan. Sudah dapat dipastikan, Nata yang dihasilkan dalam medium perlakuan pertama adalah hasilnya paling bagus, namun untuk keperluan produksi sangtalah tidak efisien, biaya produksinya terlalu tinggi jika sebuah perusahaan selalu memberikan ekstra nutien, suhu dan keasamannya yang terus dijaga beserta tambahan oksigen. Perlakuan selanjutnya secara berurutan menunjukkan penurunan kualitas. Yang menarik adah pada perlakuan yang keempat tidak menunjukkan perbedaan yang terlalu berarti dibandingkan perlakuan lainnya. Setelah diteliti ulang, dalam medium perlakuan keempat ternyata masih ada bebrapa bakteri yang tidak semuannya berperan dalam proses pembentukan Nata. Bahkan ada beberapa bakteri yang cenderung mengkonsumsi nutrien dan oksigen secara berlebihan sehingga cepat menaikkan keasaman.

Diantara bakteri dalam perlakuan yang keempat tersebut, dipilah dan diperoleh satu bakteri yang menggunakan nutiren secara efisien, tidak banyak menggunakan oksigen serta dapat menghasilkan Nata yang tebal dengan kekenyalan serta tingkat kekeruhan yang cukup. Sudah barang tentu, jika saya seorang pengusaha maka saya akan menggunakan bakteri tersebut karena tidak manja dan tentunya akan menurunkan biaya produksi.

Manusia Sehat Berkebutuhan Khusus

Kembali ke cerita tentang manusia “berkebutuhan khusus”, jika kita diumpamakan untuk memilih menjadi bakteri tersebut, bakteri manakah yang kana kita pilih? Bakteri yang tidak memproduksi Nata namun mengkonsumsi oksigen dan nutrien secara berlebih, atau bakteri lainnya yang menghasilkan nata tebal dan bagus namun membutuhkan perlakuan khusus seperti pada perlakuan pertama?

Bagaimana mungkin manusia sehat dan normal memerlukan “kebutuhan khusus”? Misalnya agar kita bisa bekerja seperti tanggungjawab yang dibebankan kepada kita maka kita membutuhkan atribut dan pakaian khusus. Sampai-sampai karena kebutuhan khusus untuk atribut itu, kita sendiri merasa asing apakah kita sedang berada di negeri ini atau di belahan dunia yang lain. Atau bisa jadi kita minta supaya gelar keagamaan, gelar kehormatan, gelar akademis, jabatan kita harus ditulis dan disebutkan dengan benar beriringan dengan nama kita. Padahal kita ya sama-sama manusia. Apakah kalau semua kebutuhan khusus tersebut terpenuhi lantas kita menjadi baik? Doktor masuk penjara juga ada, orang yang dianggap beragama ataupun yang sudah ditokohkan kemudian korupsi juga banyak. Lalu apalah artinya perlakuan khusus tersebut?

Kita mendamba-dambakan menjadi yang istimewa, yaitu dengan harapan akan pemenuhan kebutuhan khusus” tersebut. Padahal untuk menjadi istimewa, tidak perlu diistimewakan atau menuntut perlakuan khusus. Kembali ke analogi bakteri, jika proses seleksi bakteri tersebut dikondisikan oleh peneliti dan  hanya untuk keperluan industri, maka jika dalam kehidupan yang sesungguhnya, proses seleksi tersebut dilakukan oleh alam. Sudah bisa ditebak siapakah yang akan dipelihara oleh alam atau akan dimusnahkan oleh alam. Pilihan ada pada kita masing-masing, mau menjadi apa?

About Slamet Haryono

Hak cipta dilindungi oleh YANG MAHA PENCIPTA. Silahkan dibaca, mengutip sebagian atau keseluruhan dari setiap tulisan dalam blog ini untuk tujuan non komersial wajib menyertakan sumber dan nama penulis secara lengkap, serta digunakan dengan penuh tanggungjawab. Sedangkan untuk tujuan komersial silahkan hubungi saya melalui slamethdotkom@yahoo.com

Posted on July 7, 2010, in Artikel and tagged , , , , , , , , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: