Ponari di LDKM Pertanian

Bukan dewa bukan pula nabi. Nama ponari menjadi begitu marak dibicarakan di penjuru negeri ini. Disaat saat genting ponari datang memberikan kesembuhan pada beribu-ribu pasiennya. Tapi percaya ga sih kalua Ponari juga bisa menjadi dewa penolong?
Berikut pegalamanku…

Kali ini giliranku untuk bawakan materi manajemen organisasi, dapat sesi terakhir, jam 14.00-16.00, jam kritis, pada ngantuk. Materi ini menurutku tidak begitu menarik, tanpa melalui pelatihanpun peseerta sebenarnya sudah dapat belajar sendiri melalui buku-buku yang di perpustakaan. Trus ngapain juga aku ngasih pelatihan yang isinya sama dengan di buku-buku itu? teoritis.

Aku sudah siapkan materi presentasi dalam format power point. Sebenarnya aku juga kurang cocok dengan metode ceramah via power point, apa lagi materinya membosankan.

Tiba-tiba ponari mendatangiku…

Ya…dia mengispirasiku untuk mengangkat contoh kasus lemahnya manajemen organisasi dari kepanitiaan -mungkin termasukpihak yang terkait- yang dibentuk untuk menangani pasien yang membludak. Akhirnya empat orang meninggal dunia. Ketika aku membuka sesi dengan pertanyaan siapa Ponari, apakah sudah kenal? semua menjawab sudah kenal dengan Ponari dukun cilik dari Jombang. Ketika aku lanjutkan pertanyaan, bagaimana pendapat kalian tentang fenomena ponari? ada yang menjawab musrik, tak masuk akal,itu terlalu berlebihan dan lain sebagainya.

Meski ini pelatihan tentang manajemen organisasi, tidak ada yang berusaha mendekati masalah tersebut dari sisi penanganan calon pasien yang membludak itu. mereka baru terbelalak ketika saya memberikan analisis tentang fenomena Ponari dari kacamata manajemen organisasi. Walhasil peserta urung mengantuk dan berpartisipasi secara aktif. Dari contoh tersebut saya ajak mereka untuk mecari alasan kenapa orang harus beroganisasi? contoh organisasi yang ideal/bagus? bagamana menjadikan suatu organisasi tersebut menjadi bagus seperti yang diidealkan? POAC, PPBS dan SWOTpun akhirnya mengalir dengan sendirinya dari mereka melalui hasil diskusi kelompok. Tanpa harus aku ceramahi, tanpa dikte. Mereka adalah generasi muda yang sangat potensial, kita para fasilitator aja yang silau dengan materi yang sudah kita buat dengan referensi segunung sehingga tidak bisa melihat potensi yang ada dalam diri masing-masing peserta.

Bukankan dengan pendidikan kita dapat lebih mengenal akan potensi dalam diri kita?Atau justru pendidikanlah yang memasung diri kita dalam kehidupan yang semu dan serba mekanis, rigid.

Trimakasih Ponari, sang inspirator.

About Slamet Haryono

Hak cipta dilindungi oleh YANG MAHA PENCIPTA. Silahkan dibaca, mengutip sebagian atau keseluruhan dari setiap tulisan dalam blog ini untuk tujuan non komersial wajib menyertakan sumber dan nama penulis secara lengkap, serta digunakan dengan penuh tanggungjawab. Sedangkan untuk tujuan komersial silahkan hubungi saya melalui slamethdotkom@yahoo.com

Posted on July 6, 2010, in Materi Pelatihan and tagged , , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: