18 Pemuda dari 5 Desa

Reportase : Pelatihan Kepemimpinan Pemuda

Jeruk, 18 Juli 2009. Dikiranya penyuluhan yang hanya cukup datang, diam, dengarkan dan pulang terima amplop, ternyata peserta pelatihan sejumlah 18 orang pemuda dari 5 desa justru bermain-main layaknya anak-anak TK. Bukan kebetulan pelatihan kepemimpinan Pemuda dilaksanakan di gedung TK Jeruk. “ Ta kira Cuma disuruh dengerin ceramah aja” demikian tanggapan Muarifah, salah satu peserta dari Desa Doropayung.

Pelatihan dimulai dengan tebak foto, yang ternyata kemudian dalam foto tersebut tampak sedikitnya 8 manusia. Awalnya peserta hanya menebak ada dua gambar manusia, perempuan berdiri dan orang tua berkumis. Sampoerno, Trainer dalam pelatihan ini kemudian memaparkan “bahwasanya kita memandang potensi kita hanya dari yang kelihatan jelas, padahal sebenarnya kita masih punya  banyak potensi”. Sepertihalnya ketrampilan untuk membuat batu bata, ternyata tidak semua orang bisa, dan anehnya ketrampilan membuat batu bata itu oleh peserta tidak dianggap sebagai potensi. Dalam bayangan peserta yang dianggap orang punya potensi itu kalau punya pekerjaan dengan gaji yang tetap, sementara itu ketrampilan untuk berwirausaha masih belum diperhitungkan.

Pelajaran selanjunya diperoleh dari cerita anak-anak katak yang mengikuti perlombaan memanjat menara yang cukup tinggi. Diceritakan bahwa sebgaian besar anak katak terjatuh ketika berusaha memanjat menara yang cukup tinggi, sebagian diantaranya mencoba naik lagi meski akhirnya juga jatuh lagi. Sementara itu katak-katak dewasa yang menonton banyak yang mengolok-olok “ kamu tidak akan mampu sampai puncak, kamu kan masih kecil, kita aja yang besar juga tidak mampu sampai puncak apalagi kalian”. Namun diantara riuhnya olok-olokan dan ejekan ada seekor anak katak yang ternyata pantang menyerah, tidak menghiraukan komentar penonton, meski telah jatuh dia terus berusaha naik dan akhirnya sampai ke puncak, memenangkan perlombaan itu. Setelah menerima penghargaan, katak itu diwawancarai dan tidak menjawab ternyata katak itu tuli. Dari cerita tersebut pelatih menarik kesimpulan bahwa untuk maju terkadang kita mesti menghadapi banyak sekali cemoohan, dan olokan dari orang lain, dan parahnya terkadang yang menghalangi kita untuk maju adalah orang-orang terdekat kita, bisa orang tua, pacar, saudara atau tetangga.

Permainan selanjutnya adalah mengurai benang kusut. Masing-masing peserta diikat salah satu tanggannya, mereka diminta berputar berselang-seling sampai terbentuk simpul-simpul kusut di tengahnya. Setelah itu mereka bertukar tempat secara acak, dan berusaha mengurai benang kusut yang mereka buat. Khusus untuk permainan ini mereka dibagi dalam dua kelompok, sehingga mereka harus berkompetisi untuk menjadi yang tercepat dalam permainan itu. Setelah mendapat aba-aba dari pelatih mereka segera bergerak untuk mengurai simpul tersebut, memang tidak mudah tetapi perlahan mereka bisa juga mengurai kekusutan itu. Yang menarik bahwa dalam proses mengurai benang tersebut masing-masing kelompok dan pesertanya memberikan respon yang berbeda-beda. Ada yang dengan semangat mengarahkan teman-temannya, ada yang ikut-ikutan saja tapi ada juga yang malas-malasan dan enggan untuk bergerak. Demikian juga dalam menghadapi setiap permasalahan dalam kehidupan sehari-hari, terkadang kita juga enggan untuk berpartisipasi dengan berbagai alasan, dan lebih parahnya ga hanya sekedar tidak berpartisipasi tapi justru melemahkan semangat orang lain yang sedang berusaha.

Pelatihan ditutup dengan komitmen untuk bersama-sama terus belajar melalui pertemuan-pertemuan bulanan. Diharapkan melalui pertemuan-pertemuan selanjutnya masing-masing peserta dapat saling mengisi, belajar satu dengan yang lain agar dapat terus mengembangkan diri guna dapat berkontribusi untuk masyarakat (Slamet Haryono).

***

Majalah Kanuri Edisi V, 2009

About Slamet Haryono

Hak cipta dilindungi oleh YANG MAHA PENCIPTA. Silahkan dibaca, mengutip sebagian atau keseluruhan dari setiap tulisan dalam blog ini untuk tujuan non komersial wajib menyertakan sumber dan nama penulis secara lengkap, serta digunakan dengan penuh tanggungjawab. Sedangkan untuk tujuan komersial silahkan hubungi saya melalui slamethdotkom@yahoo.com

Posted on July 18, 2009, in Kanuri and tagged , , , , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: