Makna Dies Emas UKSW

 

Salatiga (22/11), Scientiarum(SA)- Hiruk pikuk dalam rangka menyabut dies emas UKSW (Universitas Kristen Satya Wacana)  kian nampak dari aktifitas beberapa pekerja dibantu satuan keamanan UKSW dalam memasang tenda-tenda dan pembatas jalan di bagian depan gedung GAP (Gedung Administrasi Pusat). Kemeriahan itu nampak juga dari pemasangan umbul-umbul, baliho dan spanduk serta pernak pernik lainnya. Apakah gaung kemeriahan itu terdengar juga sampai ke luar kampus? Apakah gaung kemeriahan itu mampu menggerakan dan menyentuh segenap elemen baik yang ada di dalam maupun di luar UKSW?  Berikut hasil wawancara dan korespondensi dari berbagai pihak menyangkut dies emas UKSW.


Kehadiran UKSW yang genap 50 tahun pada 2006 ini memberikan makna yang  sangat mendalam bagi alumni. Setidaknya gambaran itu tersirat dari antusiasme Inka Maramis -Mahasiswi JPBS angkatan 1997-  dalam menjawab korespondensi dengan SA, perihal dies emas UKSW. Hal ini menjadi menjadi suatu momen yang sangat ditunggu-tunggu, sebagian besar diantara mereka telah mengatur pengajuan cuti saat dies, karena menjelang akhir tahun biasanya beban kerjaan menumpuk. Ada suatu kebanggaan ketika mereka yang sudah mempunyai pekerjaan dan jabatan yang mapan, bagaimanapun keseuksesan dan keberhasilan mereka berkat jasa UKSW. Sebenarnya sebelum dies emas ini telah dilakukan beberapa kali reuni di beberapa kota, seperti di Jakarta. Reuni-reuni yang dilaksanakan sebelum dies emas itu dianggap sebagai warming-up untuk dies emas. Dia berharap melalui dies emas ini UKSW tetap harus memegang teguh Visi-Misinya karena tidak semua perguruan tinggi mempunyai Visi-Misi sedemikian mulia. Selain itu UKSW harus selalu mengingat tugas dsan panggilannya untuk meningkatkan taraf hidup orang banyak, sehingga dapat menyediakan bantuan dalam bentuk apapun termasuk juga kepada mahasiswa, karena tidak semua mahasiswa berasal dari keluarga mampu.

Bagi mahasiswa dengan adanya dies emas manunjukkan suatu rasa kebaggaan karena UKSW telah terbukti eksis sampai sejauh ini. Kebanggaan itu terbukti dari spirit segenap dosen dalam meberikan pengajaran kepada mahasiswa yang cukup friendly dan berkualitas, meskipun masih ada beberapa dosen yang susah untuk ditemui bahkan cenderung manjaga jarak dengan mahasiswa, begitu tutur Rinta Kusumawardani seorang mahasiswi Fakultas Pertanian angkatan 2005. Meskipun dia mengakui merasa bingung dengan kegiatan “apa yang sesungguhnya ada dalam kegiatan dies emas?”, sehingga dia juga tidak terlibat dalam menyongsong dies emas. Baginya dies emas lebih nampak sebagai kegiatan milik Universitas sehingga dia tetap saja melaksanakan kegiatan perkuliahan dan praktikum seperti biasa, tidak ada persiapan-persiapan kusus. Untuk ke depan diharpakan UKSW dapat meningkatkan prestasi dan pelayanannya, sehingga peminat UKSW akan bertambah banyak dan membuat bangga berkuliah di UKSW.

Sementara itu di tempat terpisah, Pian Sahalele -mahasiswi Fakultas Teologi angkatan 2006- menambahakan bahwa melalui dies emas ini UKSW harus lebih peduli dan meningkatkan pelayanan ke mahasiswa, mengingat bahwa sebagian mahasiswa yang belajar di UKSW berasal dari keluarga kurang mampu. Selain itu dia juga merindukan keramahan yang tercermin dari sikap dan perilaku baik dosen maupun karyawan UKSW, terutama karyawan di bagian gedung GAP.

Lain halnya dengan Rosanti -Pedagang Kaki Lima (PKL) di depan kampus-, melalui momentum dies emas ini dia merasa bersukur bahwasanya keberadaan PKL diperhatikan juga oleh pihak kampus, yaitu dengan keterlibatannya di berbagai kegiatan antara lain lomba tumpeng, hias tenda dan jalan santai. Dia berharap bahwa dengan dies emas ini UKSW semakin peduli terhadap keberadaan PKL, terutama ancaman terhadap penggusuran. Karena sampai sejauh ini keberadaan PKL juga turut membantu secara tidak langsung dalam menyediakan kebutuhan mahasiswa guna memperlancar kegiatannya di kampus. Dia menekankan perlunya sikap saling melayani antara pihak kampus dengan PKL.

Ditengah kesibukannya membersihkan kantor Lembaga Kemahasiswaan, Sri Slamet -pekerja kebersihan (cleaning service) yang sudah bekerja sejak tahun 1994- menuturkan bahwa dia dan teman-teman pekerja kebersihan tidak dilibatkan secara langsung dalam  rangka dies emas ini, padahal sejujurnya dia berharap dapat juga ikut terlibat sebagai satu bentuk rasa memiliki terhadap UKSW. Selama pengabdiannya di UKSW telah banyak sekali dia diberikan penghargaan terutama menjelang akhir tahun. Namun dari ruat wajahnya menyiratkan bahwa dia sangat terharu ketika SA menemui dan meminta wawancara dengannya, mengingat bahwa dia hanya pekerja kebersihan dan itupun hanya pekerja  kontrakan, jadi bukanlah bagian langsung dari UKSW.

Dari berbagai tanggapan dan pendapat tersebut terlihat adanya rasa kepemilikan terhadap UKSW yang begitu tinggi baik oleh mahasiswa, alumni, karyawan maupun masyarakat.. Meskipun di lain pihak terdapat beberapa kekecewaan yang tidak diungkapkan secara langsung mengenai upaya UKSW untuk dapat melibatkan segenap elemen secara menyeluruh. Betapapun banyaknya kekurangan dan kelemahan pelaksanaan dies ini, setidaknya menjadikan introspeksi bahwasanya dalam usianya yang ke 50 tahun UKSW harus berani menunjukan sikap dan kepeloporannya untuk dapat berkontribusi dalam meningkatkan taraf hidup masyarakat. Selamat ulang tahun yang ke 50 tahun UKSW, jayalah UKSW.(Slamet Haryono)

About Slamet Haryono

Hak cipta dilindungi oleh YANG MAHA PENCIPTA. Silahkan dibaca, mengutip sebagian atau keseluruhan dari setiap tulisan dalam blog ini untuk tujuan non komersial wajib menyertakan sumber dan nama penulis secara lengkap, serta digunakan dengan penuh tanggungjawab. Sedangkan untuk tujuan komersial silahkan hubungi saya melalui slamethdotkom@yahoo.com

Posted on November 22, 2006, in Scientiarum and tagged , , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: