Bermahasiswa Bukan Sekedar Menjadi Mahasiswa

Teman-teman mahasiswa baru yang saya kasihi, suatu pergumulan yang berat ketika kami harus menyambut kedatangan teman-teman dan kami tidak dapat memberikan apa-apa…

Hanya melalui tulisan ini saya berharap dapat memeberikan bekal bagi teman-teman untuk memasuki dunia kampus yang nantinya akan mempersiapkan teman-teman memasuki dunia kerja, memikul tanggungjawab masa depan bangsa.

Untuk itu persiapkan diri baik-baik.

 

Adakah yang bisa dibanggakan?

Saya ucapkan selamat datang bagi mahasiswa baru, selamat datang di kampus kita tercinta Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW). Saya sangat berbangga atas keputusan teman-teman dalam memilih UKSW sebagai tempat untuk mengasah diri menyongsong masa depan. Mengingat bahwa di luar ada banyak sekali Perguruan Tinggi baik negeri ataupun swasta yang menawarkan berbagai layanan pendidikan dengan jaminan cepat lulus, cepat dapat kerja, fasilitas lengkap, biaya murah dan lain sebagainya. Lalu apa yang dapat dibanggakan dari UKSW?

Banyak hal yang dapat kita banggakan dari UKSW, mulai dari keberagaman etnis dan kepercayaan sampai tingkat perekonomian orang tua mahasiswa. Hubungan antara mahasiswa dan dosen yang memegang prinsip “Magistrorum et scholarium[2] dengan mengedepankan ke-partner-an sehingga bukan merupakan hubungan antara atasan dan bawahan. Dengan damikan menjadikan UKSW merupakan suatu “Indonesia mini” yang sekaligus kampus persemaian demokrasi.  Hak-hak dan penghargaan terhadap mahasiswa dijunjung tinggi, hal itu diwujudnyatakan melalui keterwakilan unsur mahasiswa baik di Fakultas ataupun Universitas oleh Lembaga Kemahasiswaan (LK). Dengan demikian pengambilan kebijakan di dalam kampus, terutama yang menyangkut mahasiswa harus melibatkan LK. Hal ini patut dibanggakan mengingat bahwa di kampus lain, mahasiswa hanya sebatas pengguna jasa layanan pendidikan sehingga tidak perlu dilibatkan dalam pengambilan kebijakan.

“Bermahasiswa”[3] bukan sekedar mahasiswa

Kalau di kampus lain setelah kita diterima dan punya Kartu Tanda Mahasiswa (KTM) maka kita sudah sah dianggap mahasiswa, namun di kampus kita “bermahasiswa” dimaknai lebih dari sekedar mempunyai KTM, kuliah dan lulus cepat dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) tinggi. Tanggungjawab dan dedikasi yang tinggi terhadap ilmu menjadikan lulusan kita mempunyai keunggulan dibandingkan lulusan dari perguruan tinggi lain. Karena UKSW telah mendesain profil lulusan dengan ciri khas minoritas yang berdaya cipta (creative minority)[4]. Apakah hal ini berarti bahwa kita dapat lulus dengan mudah dan cepat serta mempunyai keunggulan yang Creative minority tersebut tanpa harus bersusah payah ?

Tentu saja tidak, untuk menjadi pribadi yang Creative minority , bertanggungjawab dan berdedikasi tinggi adalah sebuah pilihan. Terdapat banyak wadah atau kesempatan yang memungkinkan bagi kita untuk mendapatkan hal itu melalui pelatihan-pelatihan, lomba, seminar, partisipasi dalam kelompok bakat dan minat (Olahraga, seni, jurnalistik, dan penalaran) yang kesemuanya itu terangkum dalam Lembaga Kemahasiswaan. Terdapat banyak sekali kelompok bakat dan minat yang ada di UKSW baik yang ada di Fakultas ataupun di Universitas mulai dari olahraga basket, volley, bela diri, teater, karawitan, vokal grup, robotika, karya tulis dan penelitian, pers kampus dan lain sebagainya.

Dengan melibatkan diri kita dalam kegiatan-kegiatan tersebut maka akan semakin membuka wacana kita dan membuat kita semakin yakin mengadapi tantangan masa depan, karena itulah UKSW ada.

Mengapa takut “bermahasiswa”

Sebagian orang sangat takut untuk melibatkan diri dalam kegiatan-kegiatan tersebut, ada yang takut jika akan mengganggu perkuliahannya, ada juga yang menganggap hal itu tidak penting dan hanya akan membuang waktu sia-sia. Tentunya akan ada banyak argumen yang  dilontarkan untuk menutupi ketidakmampuan kita melihat realitas. Bisa diambil contoh adalah perasaan kita ketika berada di tepi danau di tengah-tengah gunung dengan air yang jernih.  Sejujurnya kita sangat ingin merasakan kesejukan air itu, namun demikian kita sangat takut ketika kita menyentuhkan jari kita ke air tersebut dan ternyata dingin. Kebanyakan orang memutuskan untuk mengurungkan niatnya mandi di danau tersebut, meskipun sudah lama tidak mandi. Namun demikian berbahagialah mereka yang memutuskan untuk mandi, karena mereka akan merasakan kesejukan, dan hal yang sangat luar biasa terjadi ketika kita keluar dari air dan kita merasakan tubuh kita menjadi begitu hangat sehingga kita bisa melanjutkan perjalanan kita menuju puncak.

Berangkat dari cerita tersebut dapat diambil sebuah kesimpulan bahwa ketakutan kita untuk terlibat dalam kegiatan disebabkan karena kita telah terlebih dahulu membuat persepsi yang salah tentang keterlibatan tersebut. Bukankah kita sepatutnya bersyukur telah diberikan akal budi, sehingga dengan akal budi tersebut kita dimampukan untuk dapat mengatasi tantangan jaman. Memang segala sesuatunya akan lebih indah jika kita melakukan berbagai kegiatan baik kuliah ataupun “bermahasiswa” sebagai bentuk ucapan syukur, bukan karena sekedar tuntutan ataupun prasyarat untuk memasuki dunia kerja.

“Bermahasiswa” apa yang bisa kita dapatkan?

Hal yang lebih menarik lagi ketika kita “bermahasiswa” adalah kesempatan untuk dapat mengolah ketrampilan manajerial serta mamahami suatu sistem. Sudah barang tentu dalam dunia kerja membutuhkan keteraturan, pembagian kerja yang jelas, pelaporan dan hierarki yang jelas. Agar proses produksi dapat berjalan lancar harus ada koordinasi yang baik antara bagian pemasok bahan baku, bagian produksi, dan bagian pemasaran. Jika salah satu dari bagian tersebut tidak berjalan maka akan terjadi  gangguan terhadap hasil yang diproleh, dan perusahaan bisa merugi. Sangat disayangkan jika hal itu terjadi pada diri kita ketika kita memasuki dunia kerja, hanya saja kita tidak terbiasa dan tidak terlatih untuk menghadapi kondisi tersebut. Seperti ada pepatah “ tidak ada kuda liar, yang ada hanyalah kuda yang belum terlatih”.

Dengan keterlibatan kita di Lembaga Kemahasiswaan memungkinkan bagi kita untuk dapat mempelajari “sistem” yang merupakan prototipe dari perusahaan, negara ataupun alam semesta yang penuh dengan keteraturan. Kita menjadi tahu bagaimana profil lulusan UKSW di desain melalui Skenario Pola Pengembangan  Mahasiswa (SPPM), kita menjadi tahu aturan-aturan yang berlaku dan mengapa hal itu diberlakukan seperti dalam Ketentuan Umum Keluarga Mahasiswa (KUKM), kita menjadi tahu bagaimana seuatu kegiatan bisa dilaksanakan dan bagaimana harus melaporkannya, dan masih banyak lagi yang bisa kita dapatkan.

Pesan Sponsor

Memang benar ada banyak kesempatan yang ditawarkan kepada kita, namun demikian saya tegaskan sekali lagi bahwa bagaimanapun profil lulusan di desain jika kita memutuskan untuk sekedar berkuliah dan hanya sekedar menjadi mahasiswa maka kita akan sangat rugi besar, bukan hanya saat ini tapi juga masa depan kita. Saya tidak dapat menjelaskan secara rinci bagaimana struktur LK dan pembentukannya. Teman-teman penasaran? Jika penasaran berlanjut hubungi kantor LK terdekat. Hidup mahasiswa……!!!


[1] Ketua Umum Senat Mahasiswa Universitas Periode 2005-2006. Mahasiswa Fakultas Biologi

 

[2] Persekutuan antara pengajar (dosen) dengan yang diajar (mahasiswa).

[3] Partisipasi aktif dalam berbagai kegiatan kemahasiswaan.

[4] Meskipun dalam jumlah yang kecil tetapi mampu menunjukkan jalan bagi bangsanya dan dapat membimbing masa yang pasif menjadi penganut yang giat karena superioritas jiwa dan roh serta kekuatan keyakinannya.

About Slamet Haryono

Hak cipta dilindungi oleh YANG MAHA PENCIPTA. Silahkan dibaca, mengutip sebagian atau keseluruhan dari setiap tulisan dalam blog ini untuk tujuan non komersial wajib menyertakan sumber dan nama penulis secara lengkap, serta digunakan dengan penuh tanggungjawab. Sedangkan untuk tujuan komersial silahkan hubungi saya melalui slamethdotkom@yahoo.com

Posted on July 24, 2006, in Materi Pelatihan and tagged , , , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: