Evaluasi dan Usulan Rencana Pengelolaan Keuangan Lembaga Kemahasiswaan Universitas Kristen Satya Wacana

I. LATAR BELAKANG

Terinspirasi dari rapat senator 2 Maret 2006, saya mencermati fenomena keuangan di kampus ini yang dipaparkan WR II, Bpk Harijono. Berdasarkan pemaparan beliau, nampak bahwa dalam sebuah organisasi mutlak diperlukan efektifitas dan efisiensi pengelolaan keuangan agar tercapai kondisi keuangan yang sehat, termasuk di dalamnya UKSW. Untuk mencapai kondisi tersebut dapat dilakukan melalui peningkatan pendapatan dan pengaturan pengeluaran. Peningkatan pendapatan dapat dilakukan melalui upaya diversifikasi, sedangkan pengaturan pengeluaran dilakukan dengan mngutamakan program-brogram yang benar-benar dibutuhkan dan mendesak daripada pengeluaran yang sifatnya kurang pokok dan dapat ditunda.

Berdasarkan sepenggal cerita di atas, saya memproyeksikan bahwa keberadaan keuangan LK tidak jauh berbeda dengan Universitas. Untuk itu kemudian saya mendiskusikannya dengan beberapa teman, dengan harapan dapat memberi masukan terhadap pengelolaan keuangan LK. Berikut ini merupakan beberapa pokok pikiran yang telah disarikan dari diskusi tersebut.

II. PENGELOLAAN KEUANGAN LEMBAGA KEMAHASISWAAN SAAT INI

  • Tahun anggaran

Sampai sejauh ini periodisasi LK sangat tergantung oleh Tahun anggaran Universitas dan malangnya jika peridisasi LK terlambat maka pengagihan keuangan LK diagihkan dengan mengambil rata-rata pengeluaran dari kegiatan tahun sebelumnya. Sudah barang tentu hal ini sangat tidak fair bagi LK, terlebih lagi dengan melihat kenyataan bahwa besarnya harga SKS tiap tahun angkatan cenderung meningkat. Berarti telah terjadi kesalahan prinsipil dalam perencanaan perencanaan program. Akhirnya sudah dapat diprediksikan jika dalam perencanaan saja telah terjadi kesalahan prinsipil.

Dalam pelaksanaannya, jika uang yang diagihkan tidak digunakan semua maka uang tersebut akan hangus. Dengan demikian mengajarkan mental-mental keserakahan pada Fungsionaaris untuk membuat kegiatan sekedar untuk menghabiskan anggaran.

  • Pembagian keuangan di tiap Fakultas atau Program Studi

Besarnya dana subsidi dari Universitas untuk kegiatan kemahasiswaan ditentukan oleh prosentase banyaknya mahasiswa yang aktif registrasi dikali banyaknya SKS yang diambil dikali harga tiap SKSnya. Jika perhitungan tersebut dipakai maka dana yang disubsidikan ke LK cukuplah banyak, namun sayangnya subsidi untuk kegiatan kemhasiswaan tersebut masih harus dibagi-bagikan ke tiap Fakultas ataupun Program  Studi. Dengan dilakukannya pembagian keuangan tersebut membuat pengelolaan keungan LK menjadi semakin rumit, yaitu harus mengikuti penganggran yang dilakukan Fakultas. Kerumitan tersebut tidak hanya dialami oleh fungsionaris LK Fakultas tetapi juga pihak Fakultas itu sendiri. Efek dari pembagian tersebut menyebabkan Fakultas atau Program Studi dengan mahaasiswa relatif sedikit tidak memungkinkan mengadakan kegiatan yang besar, termasuk di dalamnya kegitan dengan kadar keilmuan yang tinggi ataupun yang bersifat promosi. Sejalan dengan itu, dengan pembagian keuang tidak memungkinkan terjadinya subsidi silang.

  • Program kegiatan yang tidak terintegratif dan asal jadi

Dengan model pengelolaan keuangan seperti sekarang ini menempatkan LK dalam posisi yang sangat dilematis. Kalaupun membuat kegiatan yang benar-benar dibutuhkan dan mendesak maka unag sisanya juga akan hangus, sementara itu di LK Fakultas yang lain untuk mengadakan kegiatan yang benar-benar dibutuhkan dan mendesakpun masih belum memungkinkan karena kekurangan dana. Karena tidak ada kemungkinan untuk subsidi silang maka LK Fakultas yang mempunyai anggaran sisa juga tidak bisa berbuat apa-apa, sehingga lebih baik menggunakan uangnya untuk kegiatan yang sebenarnya tidak perlu.

Secara umum LK tidak dapat mengadakan kegiatan yang terintegratif, mengingat banyaknya kegiatann yang asal jadi yang disusun oleh masing-masing LKF dan LKU. Bukan hanya kegiatan yang tidak terintegratif tetapi LK juga tidak mampu menghadirkan kegiatan yang besar, sebagai suatu “icon” dalam satu periode, baik yang bersifat keilmuan atau promosi.

III. USULAN PENGELOLAAN KEUANGAN LEMBAGA KEMAHASISWAAN

  • Pengelolaan keuangan yang sentralistik

Melihat kenyataan di atas, maka kami sependapat untuk mengelola keuangan secara sentralistik. Maksudnya adalah dana subsidi untuk kegiatan kemahasiswaan tidak lagi dibagikan lewat Fakultas-Fakultas atau Program Studi, tetapi dipusatkan di Universitas dibawah pengawasan WR III dalam suatu rekening tersendiri. Dengan pengelolaan keuang yang terpusat diharapkan LK mampu menghadirkan kegiatan yang terintegratif dan prinsipil, tidak asal jadi. Hal ini dirasa menjadi begitu penting mengingat kecenderungan jumlah penerimaan mahasiswa tiap tahunnya yang cenderung menurun maka sangatlah tepat jika LK juga diberi kesempatan untuk mempromosikan diri. Sudah barang tentu jika kesadaran mengenai profil lulusan yang bercirikan creative minority bukan hanya tanggung jawab Universitas ataupun Fakultas melalui program kurikulernya tetapi juga tanggung jawab LK sebagai bagian dari penyelengaraan Lembaga Pendedikan (Universitas).

  • Penyusunan program yang kreatif dan integratif

Penyusunan program yang kreatif dan integratif ini dilakukan melalui pendekatan seleksi ketat terhadap setiap kegiatan yang diusulkan masing-masing Fakultas. Dengan kata lain ditumbuhkan mekanisme kompetisi secara sehat, dengan prioritas untuk kegiatan-kegiatan penalaran dan yang bersifat promosi. Dengan demikian maka inefisiensi pengeluaran LK dapat diminimalisir.

  • Sumber-sumber pendapatan

Sumber-sumber pendapatan LK sampai sejauh ini adalah dari dana subsidi Universitas dan Ikama dan usaha dana. Transparansi mengenai sumber-sumber keuangan tersebut masih dipertanyakan, sehingga hal ini menjadi prioritas utama penaganan. Selain sumber sumber tersebut kami memikirkan beberapa alternaitif sumber dana yang lain, diantaranya adalah pembentukan badan usaha yang relatif permanen, dan alokasi dena pembayaran uang kuliah ataupun keterlambatan pengembalian buku.

Bentuk-bentuk badan usaha ataupun sektor usaha yang hendak dikembangkan masih kami pikirkan, tetapi setidaknya menyerupai koperasi mahasiswa. Selain untuk melayani kebutuhan mahasiswa sekaligus mengembangkan dana, memungkinkan juga bagi mahasiswa untuk bekerja part time sesuai dengan minat ataupun keahliannya. Dengan demikian kehadiran badan usaha tersebut juga memberi kesempatan bagi mahasiswa kurang mampu untuk memperoleh tambahan uang untuk biaya kuliah.

Kami berharap dengan unag denda yang dikenakan kepada mahasiswa dapat dialihkan menjadi kas LK. Dengan pertimbangan bahwa denda tersebut diberikan hanya sekedar untuk memberi peringatan kepada mahasiswa, bukan untuk mencari tambahan pemasukan. Dengan pertimbangan filosofis tersebut, maka kami berpikir untuk dapat memanfaatkan uang tersebut untuk mahasiswa, seperti dengan beasiswa. Dengan demikian kita sebagai lembaga benar-benar dapat menghadirkan nuansa pendidikan dalam pengelolaan keuangan, yang oleh sebagian orang hanya dianggap hanya masalah untung-rugi.

IV. PENUTUP

Kami berharap beberapa masukan tadi dapat membukakan mata hati dan pikiran kita, bahwasanya pengelolaan keuangan yang tepat dan bijaksana dapat menyelamatkan sekaligus mendidik banya orang. Lebih lanjut, semua yang telah dipaparkan tidak akan bermakna apa-apa, kalau kita tidak mau peduli. Bukankah dasar imin kita adalah kasih, kasih menyangkut kepedulian dan kepedulian merupakan sikap pro aktif bukan pasif. Bukankah kita menerima karya penyelamatan dari Tuhan Yesus Kristus juga dengan pro aktif, tidak pasif.

Dukungan dan bantuan dari berbagai pihak sangatlah diharapkan. Demi keutuhan kita sebagai manusia

About Slamet Haryono

Hak cipta dilindungi oleh YANG MAHA PENCIPTA. Silahkan dibaca, mengutip sebagian atau keseluruhan dari setiap tulisan dalam blog ini untuk tujuan non komersial wajib menyertakan sumber dan nama penulis secara lengkap, serta digunakan dengan penuh tanggungjawab. Sedangkan untuk tujuan komersial silahkan hubungi saya melalui slamethdotkom@yahoo.com

Posted on April 5, 2006, in Artikel and tagged , , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: