Monthly Archives: July 2005

Mulai Darimana? Membangun Gerakan Mahasiswa

Titik Pijak

Pasca Reformasi 1998, gerakan mahasiswa tidak lagi menunjukkan geliat yang jelas, bahkan disinyalir peristiwa Reformasi tersebut merupakan kegagalan dari gerakan mahasiswa secara umum, yang ternyata tidak mampu memperbaiki kesejahteraan rakyat. Dengan kegagalan tersebut dapat dijadikan peringatan bahwa gerakan mahasiswa masih belumlah kuat. Dengan kegagalan tersebut memberikan inspirasi bagi penulis untuk mengetahui lebih dalam mengenai lemahnya gerakan mahasiswa.

Terdapat banyak versi yang mencoba menjelaskan kegagalan tersebut, namun demikian tanpa bermaksud untuk mangabaikan berbagai pemikiran yang lain, penulis mencoba merangkai kemungkinan-kemungkinan berdasarkan realitas yang ada saat ini untuk menganalisis kelemahan dari gerakan mahasiswa secara umum.

Kondisi Umum

Boleh dikatakan bahwa keberadaaan gerakan mahasiswa termasuk di dalamnya Lembaga Kemahasiswaan (LK), menjadi perhatian pihak penguasa secara serius. Hal ini terbukti dengan berbagai upaya pemerintah dalam memberlakukan berbagai peraturan pengekangan terhadap kegiatan kemahasiswaan. Kemudian pada saat ini kita banyak menjumpai berbagai model kelembagaan DEMA, SMPT, BEM. Namun demikian sebagian orang menganggap perbedaan itu hnya masalah struktur, sehingga secara umum sama saja yaitu lembaga untuk mahasiswa.

Penulis menilai, bahwa berbagai bentuk model kelembagaan tersebut sama-sama elitis dan tidak menyentuh permasalahan mahasiswa, apalagi masyarakat sekitarnya, kalaupun ada namun relatif kecil. Perlu disadari bahwa  LK potensial untuk mengembangkan gerakan mahasiswa yang cukup masif, hal ini didasarkan atas pertimbangan bahwa lingkup kerja LK merupakan satu Universitas yang di dalamnya terdapat berbagai Fakultas dan jurusan. Sementara itu kebijakan di dalam kampus berpusat dari rektorat, dengan demikian hanya LK saja yang memungkinkan melakukan pendampingan dan  advokasi jika kebijakan tersebut merugikan mahasiswa. Tanggung jawab semacam itu tidak bisa kemudian diambil alih oleh lembaga yang ada di bawahnya, karena tidak cukup kuat dan cenderung reaksioner. Di sisi lain LK menjadi mangkuk demokrasi dari berbagai pemikiran, ideologi yang berkembang. Tentunya diharapkan LK mempunyai masa masif yang lebih banyak daripada organisasi yang di bawahnya.

Apa yang bisa kita lakukan?

Harus jujur diakuai bahwa LK keropos di dalam, hal ini disebabkan oleh pola pikir dan gaya hidup mahasiswa yang berubah, profesionaliame fungsionaris, kelemahan struktur, lemahanya jejaring. Perlu diperhatikan jika di dalam kampus terdapat kekuatan lain selain LK tentunya akan semakin melemahkan kemampuan LK untuk menjalankan peran dan Fungsinya. Sudah waktunya bagi LK untuk berbebah diri, bahwa tanggungjawab yang besar yang haruis ditanggung oleh LK bukan hanya menjalankan kegiatan tetapi pengabdian dan pelayanan terhadap rakyat(mahasiswa). Jika LK terjebak dalam rutinitas pelaksanaan kegiatan, sudah pastilah tanggungjawabnya ke mahasiswa akan dilupakan.

Pendekatan yang harus dilakukan oleh LK adalah dengan pendekatan fungsional. Struktur yang ada di LK perlu dilakukan evaluasi, dan jika memang perlu dilakukan perubahan maka menuntut adanya konsensus bersama. Desain kelembagaan yang lebih dinamis namun kuta perlu dipikirkan?

Metode pengkaderan jang hanya sebatas pendekatan struktur secara formal, tokoh-tokoh kunci juga diharapkan memberikan pengaruh yang lebih nyata, pendekatan berdasarkan kesadaran bersama akan lebih efektif.

Penguatan jejaring dan pembahasan isu-isu bersama diharapkan menjadi perekat dalam rangka  membentuk gerakan mahasiswa yang masif. Tentunya berbagai perbedaan perbedaan pemikiran ataupun analis masalah perlu menjadi pertimbangan. Barometer dari kesemuanya itu adalah sejauh masih dalam rangka menjaga keutuhan NKRI, semangat kebagsaan dan kebhineka tunggal ika-an, serta menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan tentulah akan lebih mudah dipadukan.

Terakhir, yang menjadi tanggungjawab kita adalah melakukan apa yang telah kita dengarkan sebagai suatu masukan yang positif dalam rangka membangun gerakan mahasiswa yang solid. Hidup mahasiswa…..!!!