Langkah-Langkah Strategis Menuju Penguatan Eksistensi LK

I. PENGANTAR

Tulisan ini merupakan buah-buah pemikiran dari kawan-kawan yang cukup serius mencermati permasalahan seputar Lembaga Kemahasiswaan UKSW melalui diskusi ringan baik di kafe ataupun sambil makan nasi kucing. Hasil-hasil diskusi yang tidak ditambatkan tersebut kemudian oleh penulis mencoba disintesis dan direproduksi menjadi suatu tawaran solusi terhadap beberapa permasalahan di dalam LK UKSW.

Maksud dan tujuan dari tulisan ini adalah memberikan gambaran umum kondisi dan permasalahan LK UKSW, agar siapapun kader-kader yang akan meneruskan pemerintahan LK dapat lebih bersiap diri. Selebihnya dari itu penulis berharap agar setidaknya satu dari beberapa tawaran tersebut dipakai dan kan lebih baik jika kesemuanya dapat diterima.

Penulis menyadari akan segala keterbatasannya, oleh karena itu tidaklah menutup kemungkinan bahwa apa yang tertulis terkesan tidak masuk akal dan tidak mungkin dilakukan. Dengan demikian penulis memeberikan kebebasan sepenuhnya  kepada para pembaca yang budiman untuk menerima ataupun menolaknya. Segala kritik dan saran pembaca sangatlah diharapakan.

 

II. GAMBARAN UMUM KONDISI KEKINIAN LK

Sepintas terlihat pada beberapa periode terakhir, LK semakin disibukkan dengan berbagai kegiatannya sehingga menjadikan LK kehilangan jati dirinya sebagai suatu lembaga yang seharusnya melindungi kepentingan (hak dan kewajiban) mahasiswa serta memberikan warna bagi setiap sarjana yang dihasilkan. Karena kesibukannya tersebut LK menjadi cukup lunak pada setiap kebijakan yang digulirkan sebagai akibatnya kebijakan tersebut cenderung merugikan mahasiswa.

Nampaknya format LK seperti yang ada sekarang memang cukup memberikan peluang untuk terjadinya konflik internal LK. Hal ini dapat terlihat dari beberapa LK di aras fakultas merasa lebih kuat baik dalam sumberdaya manusia dan sumberdana cenderung untuk mengabaikan LKF yang lain serta LK di aras univeritas. Kedekatan LKF dengan LKU tidaklah lebih dari kebutuhan atas syarat formalitas (tanda tangan) dan perebutan pemakaian sarana umum. Di sisi lain LK aras universitas terlalu lemah karena kurangnya dukungan dari fakultas dan cenderung berperilaku layaknya fakultas ke 15. Permasalahan seputar LKF yang satu dengan LKF yang lain serta LKF dengan LKU saja sudah menyita banyak pikiran dan tenaga, dalam kondisi seperti itulah para penguasa kampus akan sangat dengan mudah menggulirkan kebijakan-kebijakan yang menekan mahasiswa.

Selama konsentrasi LK hanya pada kuantitas kegiatan maka perhatian terhadap kulaitas menjadi berkurang. Hal ini tampak dari kader-kader yang dihasilkan hanya dapat mengerjakan tugas yang bersifat teknis dan administratif bukannya yang bersifat prinsip dan strategis. Sehingga janganlah heran jika dalam menjalankan LK mereka justru dimanfaatkan sebagai alat untuk melegitimasi setiap kebijakan. Dengan kata lain mahasiswa diibaratkan menjadi sapi perahan atas mereka sendiri yaitu mereka yang ada di LK dan juga penguasa kampus.

Kondisi LK seperti tersebut di atas juga tidak luput dari bidikan para sponsor yang melihat bahwa mahasiswa sebagai obyek pasar yang subur. Sepak terjang sponsor tersebut kian menjadi manakala kepanjangan tangannya yaitu event organizer bergerilya dari satu fakultas ke fakultas lainnya menawarkan kegiatannya yang berbentuk entertainment. Mental-mental bagi hasil menjadi semakin wajar dan membudaya meskipun dalam melaksanakan kegiatannya harus menutup mata bahwa LKF yang lainya menyelenggarakan kegiatan serupa pada minggu yang sama. Berdasarkan kondisi tersebut nampaklah bahwa terjadi perubahan perilaku mahasiswa yang cenderung konsumtif, egois dan pragmatis. Oleh beberapa orang perilaku semacam itu diindikasikan sebagai gejala akibat pengaruh Neoliberalisme.

Belum sempat memahai permasalahan internal kini dibayang-bayangi dengan Neolib, hal apa lagi itu ?  secara kasar neolib merupakan paham yang dimunculkan oleh negara  maju untuk meguasai pasr dunia terutama di negara berkembang. Pintu masuk mereka adalah melalui penguasaan pendidikan, kesehatan, energi dan air. Dari keempat pintu masuk  tersebut melalui penguasaan pendidikanlah yang paling riskan, mengingat bersinggungan langsung dengan sumberdaya yang akan meneruskan pemerintahan negri ini. Jika para insan terdidik termasuk mahasiswa telah terpengaruh oleh neolib dan kemudian mereka duduk di pemerintahan tataupun beberapa posisi penting lainyan  tidaklah sulit bagi negara maju untuk menekan pada negara berkembang untuk  membuat kebijakan yang memepermudah arus barang dan tenaga ahli dari negara maju. Sementara sumberdaya alam kita terkuras, dan kita akan melihat semakin banyak sarjana  pengangguran karena kalah bersaing dengan para sarjana dari luar.

Sebagai bukti lemahnya LK kita adalah lemahnya kemampuan kita sebagai radar terhadap masyarakat. Mahasiswa cenderung ekslusif terhadap mayarakat  dan tak mampu lagi merespon fenomena sosial politik dan ketidakadilan di negri ini. Jika kondisi ini terus dibiarkan maka dalam beberapa tahun kedepan LK UKSW hanya akan ada dalam buku sejarah, sungguh sangat disayangkan.

 

III. LANGKAH-LANGKAH STRATEGIS YANG DAPAT DILAKUKAN

Bukanlah suatu yang mustahil dan tidak mungkin sebelum kita coba melakukannya. Beberapa masukan yang ditawarkan sedapat mungkin ditanggapi dengan lebih bijaksan dan harus berpacu dengan waktu untuk mengejar ketertinggalanya. Langkah-langkah tersebut adalah sebagai berikut :

  1. Konsolidasi internal LK

Sudah sebagai suatu kewajiban bagi pimpinan LKU yang ada untuk mengawali satu langkah dengan segala keterbatasan sumberdaya manusia dan tenaga yang ada.  Pimpinan LKF sudah saatnya kini bagi anda untuk menaggalkan tombak yang anda pegang dan mari sama-sama kita mengusung meriam untuk melawan kesewenang-wenangan dan ketidak adilan. Pimpinan LKU dapatlah mengumpulkan pimpinan LKF untuk bersama-sama kita mengevaluasi keberadaan LK dan berdiskusi untuk mendapatkan satu visi bersama menguatkan eksistensi LK.

2. Menggalang kekuatan sumberdaya manusia

Untuk mengimbangi sepak terjang penguasa kampus dan juga berbagai ancama dari luar sudah waktunya bagi kita untuk menggalang kukuatan yang solid yaitu dengan membentuk dewan presidium mahasiswa. Dewan presidium eksekutif beranggotakan setiap ketua umum SEMA yang ada sekarang. Dewan presidium eksekutif bertugas merancang kebijakan prinsip dan strategis berkenaan dengan kebijakan kampus, sosial politik regional dan nasional. Dewan presidium eksekutif mempunyai perangkat kerja yang disebut departemen. Departemen tersebut sepertihalnya departeman pada SMU sekarang hanya saja tanpa adanya pembagian dalam bidang-bidang. Anggota departeman berasal dari anggota seperti yang ada pada SEMA. Tiap-tiap SEMA boleh tidak mengirimkan anggotanya pada semua departemen, hanya departemen tertentu saja yang sekiranya dari SEMA mempunyai interest.

Melalui model tersebut maka hanya ada satu penyenggara kegiatan sehingga benturan-benturan kegiatan akan terhidarkan, juga akan terjadi efektifitas penggunaan dana. Model tersebut lebih menekankan kepada dimungkinkanya tiap-tiap fakultas untuk mengembangkan kompetensinya sesuai bidang ilmu yang ditekuninya. Selain itu juga terjadi efektifitas pemanfaatan sumberdya manusia yang terbatas, dengan demikian prinsip creative minority dapat terwujud, dengan kata lai dengan tenaga kecil dapat menghasilakan sebuah karya yang besar.

Untuk legislatif dapat dikembangkan dengan pola serupa hanya saja menurut komisi-komisi tyang banyak dan jenisnya disesuaikan kebutuhan.

3. Penggalangan kekuatan sumberdana

Sudah waktunya bagi kita untuk melalkukan kegiatan secara mandiri tanpa ketergantungan terhadap sponsor. Untuk itu diperlukan jiwa yang besar untuk menerima konsep penyatuan dana LK, ataukah kita akan terus memepertahankan ego dan gengsi masing-masing fakultas, sementara kita diinjak-injak oleh sponsor.

4. Pengelolaan keuangan secara mandiri

Dalam hal ini kita mengambil alih pengalokasian dan pengaturan keuangan LK dari PR III. Hal ini perlu dilakukan sebagai usaha untuk menggairahkan urat nadi pergerakan LK. Dengan kata lain PR III hanya sebatas tanda tangan untuk mencairkan dana (Sehubungan rekening atas nama PR III), dan juga melalui kantor KMLK membentuk biro pengawas penyelewengan penyelenggaraan keuangan yang hasilnya disampaikan pada dewan presidium legislatif untuk ditindaklanjuti kepada dewan presidium eksekutif.

5. Penguatan kaderisasi dengan model kursus

Departemen kaderisasi dapat menyelenggarakan kursus kelembagaan yang terdiri atas beberapa kompetensi. Kompetensi tersebut antaralain kompetensi yang bersifat pengetahuan dan wacana, kompetensi keahlian teknis, dan kompetensi keahlian strategis. Masing-masing kompetensi dapat dibagai dalam beberapa paket, dan masing masing paket dapat diselenggarakan lebih dari satu kali.  Sedapat mungkin kusrsus diberikan secara gratis yang masing masing pelaksanaanya dilaksanakan dengan durasi tidak lebih dari 4 jam. Untuk menopang pelaksaanan tersebut perlu dibentuk tim tutor dan penyusunan modul pelatihan.

 

IV. PENUTUP

Demikian tulisan ini disusun, banyak terima kasih pada kawan-kawan seperjuangan yang telah menyumbangkan pemikirannya menuju terciptanya LK yang tangguh. Demikian pula kami telah menjalankan kewajiban kami untuk memberikan apa yang pami punyai yaitu sebuah pemikiran yang merupakan bentuk perhatian dan pelayanan kami terhadam lembaga ini. Kini giliran anda, yaitu para pembaca yang budiman untuk dapat merenungkan dan selanjutnya menindak lanjuti. Tidaklah menjadi suatu keharusan bagi anda untuk mengerjakan sama persis seperti apa yang kami tuliskan, namun setidaknya tulisan kami tersebut dapat menjadikan inspirasi bagi anda untuk segera bagngkit dari tempat yang anda duduki sekarang, dan segera mengerjakannya. Bangkit……!!!

Akhir kata banyak terimakasih atas kesediaan anda untuk membaca tulisan kami, terlebih lagi anda memberikan perhatian yang serius. Sukses buat anda dan Tuhan memberkati.

Salatiga, 19 Mei 2004

 

Salam Juang

 

Penulis

About Slamet Haryono

Hak cipta dilindungi oleh YANG MAHA PENCIPTA. Silahkan dibaca, mengutip sebagian atau keseluruhan dari setiap tulisan dalam blog ini untuk tujuan non komersial wajib menyertakan sumber dan nama penulis secara lengkap, serta digunakan dengan penuh tanggungjawab. Sedangkan untuk tujuan komersial silahkan hubungi saya melalui slamethdotkom@yahoo.com

Posted on May 19, 2004, in Materi Pelatihan and tagged , , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: