Padi Transgenik

Disusun oleh:

Slamet Haryono (412000011); Ariyanto Dwi Wahyu (412000015);

Dhanang Puspita (412001029); Yustinus Alexander Agung Yuwono (412001039)


I. PENDAHULUAN

Di masa yang akan datang pertumbuhan penduduk dunia semakin meningkat.  Proyeksi pada tahun 2030 yang dilaporkan Brown dan Kane (1994) memperlihatkan peningkatan jumlah penduduk  cukup fantastis, kurang lebih 160% dari jumlah penduduk tahun 1990. Saat ini diduga 900 juta dari 5,8 miliar penduduk dunia terutama di negara-negara Asia dan Afrika pada saat ini sedang mengalami kelaparan akibat penurunan produksi pertanian per kapita..  Penyebab utama penurunan produksi adalah gangguan hama dan penyakit tanaman. Laju peningkatan jumlah penduduk yang tidak terkendali secara tidak langsung juga ikut andil memperburuk situasi ini.  Upaya peningkatan produktivitas yang telah dilakukan belum dapat mencukupi kebutuhan karena selalu tidak mampu mengimbangi kecepatan peningkatan jumlah penduduk.

Perkembangan bioteknologi terkini telah memasuki tahap pemasaran GEP (Genetically Engeneered Plants) yang lebih dikenal dengan tanaman transgenik. Perakitan tanaman transgenik dapat diarahkan untuk memperoleh kultivar tanaman yang memiliki produksi tinggi, nutrisi dan penampilan berkualitas tinggi, maupun resistensi terhadap hama, penyakit dan cekaman lingkungan. Fragmen DNA organisme manapun melalui teknik rekayasa genetika dapat disisipkan ke genom jenis lain bahkan yang jauh hubungan kekerabatannya.  Pemindahan gen ke dalam genom lain tidak mengenal batas jenis maupun golongan organisme.  Melihat potensi manfaat yang dapat disumbangkan, pendekatan bioteknologi dipandang mampu menyelesaikan problematika pangan dunia  terutama di negara-negara yang sedang berkembang seperti yang telah berhasil dilakukan di negara-negara maju.

II. MANFAAT TANAMAN TRANSGENIK

Penanggulangan krisis pangan dunia dilakukan antara lain melalui upaya perakitan kultivar tanaman yang tahan terhadap serangan hama dan penyakit atau menghasilkan bahan makanan berkualitas.  Defisiensi vitamin A yang mengganggu kesehatan mata merupakan masalah gizi utama di negara-negara Asia yang sedang berkembang.  Karena beras merupakan makanan popok mereka maka keberadaan provitamin A dalam beras sangat diperlukan untuk mencegah dan menanggulangi defisiensi vitamin A.  Salah satu padi transgenik yang dihasilkan adalah hasil pemuliaan tanaman yang tidak mampu menghasilkan provitamin A menjadi tanaman yang menghasilkan provitamin A .

Tanaman transgenik yang sudah berhasil dilepas di lapangan mempunyai banyak manfaat terutama di bidang pertanian. Tanaman transgenik yang tahan terhadap insekta, herbisida, dan toleran terhadap lingkungan secara langsung berperan dalam meningkatkan produktifitas. Hal ini dapat dipahami karena tanaman dapat sintas menghadapi tekanan lingkungan, sehingga semua fase kehidupannya dapat dilalui dengan baik. Tanaman transgenik yang tahan terhadap insekta akan menurunkan frekuensi aplikasi pestisida. Pengurangan pemakaian pestisida sama artinya dengan tidak memasukkan bahan-bahan kimia berbahaya ke dalam lingkungan, sehingga dampak pencemaran lingkungan dapat dikurangi. Dalam kasus ini tanaman transgenik mampu meningkatkan keramahan terhadap lingkungan

Keberhasilan perakitan tanaman transgenik yang mempunyai kadar zat gizi tinggi, masa simpan produk lebih lama, dan penampilan produk lebih baik menyebabkan mutu produk secara keseluruhan lebih baik. Mutu produk yang baik memberikan kepuasan terhadap konsumen.

III. DAMPAK TANAMAN TRANSGENIK

Campur tangan manusia melalui rekayasa genetik telah mengakibatkan “revolusi” dalam tatanan gen.  Perubahan drastis ini telah menimbulkan kekhawatiran akan munculnya dampak produk transgenik baik terhadap lingkungan, kesehatan maupun keselamatan keanekaragaman hayati.

Dalam banyak hal bahaya produk transgenik yang diduga akan muncul terlalu dibesar-besarkan. Tidak ada teknologi yang tanpa resiko, demikian pula dengan produk rekayasa genetik.  Resiko dari produk transgenik tidak akan lebih besar dari produk hasil persilangan alamiah.   Beberapa resiko pangan transgenik yang mungkin terjadi antara lain resiko alergi, keracunan dan tahan antibiotik. Pangan transgenik berpotensi menimbulkan alergi pada konsumen yang memiliki sensitivitas alergi tinggi.  Keadaan itu dipengaruhi sumber gen yang ditransformasikan.

IV. SIKAP TERHADAP PRODUK TRANSGENIK

Menyikapi produk-produk pangan transgenik sangatlah tergantung pada jenis produk, asal, cara pembuatan, tempat konsumen berada, serta budaya. Sebagai contoh adalah penolakan negara barat terhadap padi transgenik yang menghasilkan provitamin A.  Penolakan ini terjadi karena mereka bisa memperoleh vitamin A dari sumber lain. Bagi negara-negara berkembang yang rawan pangan bahan pangan yang kaya vitamin A sangat dibutuhkan.  Oleh sebab itu penting untuk memahami terlebih dahulu latar belakang penolakan produk transgenik di suatu negara . Hendaknya kehadiran produk-produk pangan transgenik janganlah langsung dimaknai sebagai sesuatu yang tidak baik dan penuh degan efek samping tetapi sebagai suatu solusi dari berbagai kesulitan yang ada.

Penilaian terhadap tanaman transgenik dapat mengandung persaingan bisnis yang terselubung. Pestisida kimiawi tidak terlalu diperlukan lagi dalam budidaya tanaman transgenik yang tahan serangan hama dan penyakit, sehingga pihak-pihak berkepentingan akan berusaha menuntun masyarakat dalam menentukan sikap sesuai tujuan mereka masing-masing.

V. KESIMPULAN

Kebutuhan manusia akan ketercukupan pangan sangatlah mutlak, satu diantaranya adalah padi. Perubahan yang ditimbulkan akibat efek samping dari padi transgenik mungkin berbahaya tapi hanya pada daerah  tertertu. Efek yang ditimbulkan akan menjadi sangat besar ketika ketersediaan pangan berkurang, sehingga akan mempengaruhi tatanan sosial buadaya. Dengan ditemukannya varietas padi yang tahan hama ataupun diperkaya dengan zat gizi tertentu setidaknya membantu untuk mengatasi berbagai permasalahan, tidak hanya sekedar sebagai obat pengilang lapar.

VI. SUMBER ACUAN

http://www.polarhome.com/pipermail/nasional-m/2002-December/000529.html.

http://rudyct.tripod.com/sem2_023/kel3_sem2_023

http://www.ipb.ac.id/gallery/journal/hayati/index.php3?tID=30&tItem=01

http://www.suarakarya-online.com/news.html?id=40166

About Slamet Haryono

Hak cipta dilindungi oleh YANG MAHA PENCIPTA. Silahkan dibaca, mengutip sebagian atau keseluruhan dari setiap tulisan dalam blog ini untuk tujuan non komersial wajib menyertakan sumber dan nama penulis secara lengkap, serta digunakan dengan penuh tanggungjawab. Sedangkan untuk tujuan komersial silahkan hubungi saya melalui slamethdotkom@yahoo.com

Posted on July 25, 2002, in Science and tagged , , , , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: